Tim Rapel.id Bersama Pihak Gereja Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela (HSPMTB) Kumetiran, Yogyakart
POJOK NUSANTARA – Jogjakarta, Pelatihan pemilahan bahan daur ulang (sampah anorganik) gelombang ke-2 Gereja Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela (HSPMTB) Kumetiran, Yogyakarta dilaksanakan pada hari Selasa/16 November 2021. Sebagian besar peserta pelatihan adalah perwakilan lingkungan yang belum mengikuti pelatihan sebelumnya,(Kumetiran, 16 November 2021).
Materi pelatihan disampaikan oleh Yudho Indarjo dan Andarias dari Rapel (Rapel.id). Para peserta sangat antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait jenis-jenis bahan daur ulang. Dengan pelatihan ini diharapkan semakin banyak lagi umat yang berpartisipasi dalam gerakan pemilahan dan sedekah sampah.
Pemilahan sampah sejak dari rumah setiap umat merupakan langkah awal yang penting dalam usaha mengatasi permasalahan sampah. Sampah yang dipilah akan dapat dimanfaatkan sesuai jenisnya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, _eco enzyme_ dan pakan Maggot BSF. Sedangkan sampah anorganik yang telah dipilah kemudian akan dikumpulkan di tempat yang disediakan Paroki dan secara rutin akan dijemput oleh tim Rapel. Hasil sedekah sampah dari umat tersebut dapat digunakan untuk menunjang berbagai program sosial Paroki.
Gerakan pemilahan dan sedekah sampah terus disosialisasikan ke berbagai organisasi dan lembaga, termasuk juga lembaga keagamaan. Peran tokoh agama sangat penting dalam mewujudkan kepedulian umat terkait permasalahan lingkungan dan sampah.
Rapel adalah aplikasi dan sistem pengumpulan sampah anorganik yang sudah dipilah. Sejak tahun 2019 Rapel telah hadir di Provinsi DIY. Selanjutnya, mulai tahun 2021 ini Rapel juga melayani Kota Semarang, Solo Raya, dan dalam persiapan melayani wilayah Tangerang Raya. Saat ini Rapel telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 300 lembaga, badan usaha, instansi pemerintah, bank sampah, pesantren, gereja, sekolah dan organisasi. Aplikasi Rapel telah diunduh oleh lebih dari 85.000 pengguna. (Jo/PN)